Prodi Radiologi Unbrah Lantik 57 Radiografer Baru

Prodi Radiologi Unbrah Lantik 57 Radiografer Baru

Program Studi Radiologi Fakultas Vokasi Universitas Baiturrahmah (Unbrah) melantik sebanyak 57 radiografer baru dalam kegiatan Yudisium dan Angkat Sumpah Profesi Radiografer XVIII di Auditorium Unbrah, Senin 12 Oktober 2026.

Dekan Vokasi saat memberikan sambutan

Dekan Fakultas Vokasi Unbrah, Oktavia Puspita Sari, Dipl.Rad., S.Si., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar para alumni terus meningkatkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan. Ia berharap seluruh alumni yang mengikuti uji kompetensi dalam Diklat Proteksi Radiasi Medik yang diselenggarakan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dapat lulus dengan hasil maksimal.

Oktavia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan modalitas radiologi berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut radiografer untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan yang aman bagi masyarakat.

Foto bersama.

Menurut Dekan, kemampuan mengoperasikan peralatan harus disertai pemahaman mengenai keselamatan radiasi. Radiografer perlu memperhatikan penggunaan dosis yang aman serta memastikan pemanfaatan alat radiologi dilakukan dengan prinsip proteksi radiasi.

Angkat sumpah radiografer

Perhatian terhadap keselamatan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab profesi. Karena itu, para lulusan diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjaga mutu pelayanan dan keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) Sumatera Barat, Ngatno Arifin, menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi dalam menjalankan profesi. Sumpah profesi yang diucapkan harus menjadi pegangan bagi radiografer dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Ketua PARI Sumbar

Ia mengingatkan para radiografer baru agar menjaga komitmen tersebut secara berkelanjutan melalui pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab dan konsisten.

Dalam kegiatan ini, Kayla Syaniul Habib ditetapkan sebagai lulusan terbaik pertama, disusul Suci Dwi Rahmaninda sebagai lulusan terbaik kedua dan Miranti Suci Santika sebagai lulusan terbaik ketiga. Penghargaan Bintang Aktivis Kampus diberikan kepada Reyhandika.

Melalui yudisium dan angkat sumpah profesi ini, para lulusan diharapkan dapat membawa bekal pendidikan mereka ke dunia kerja, menjaga etika profesi, serta terus mengembangkan kompetensi untuk mendukung pelayanan radiologi yang bermutu dan aman.

Tautan berhasil disalin ke papan klip!