Menteri Ketenagakerjaan Sharing Ilmu kepada Mahasiswa Unbrah

Menteri Ketenagakerjaan Sharing Ilmu kepada Mahasiswa Unbrah

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, Ph.D. berbagi ilmu dan wawasan tentang kesiapan memasuki dunia kerja kepada mahasiswa Universitas Baiturrahmah (Unbrah) dalam kuliah umum di Auditorium Unbrah Padang, Jumat 25 September 2026.

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Kesiapan Generasi Muda Menghadapi Transformasi Dunia Kerja” dan dihadiri Rektor Unbrah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S., Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Indra, Andri Susila, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang Arnov Tri Hartanto, serta jajaran pimpinan dan mahasiswa Unbrah.

Rektor Unbrah

Rektor Unbrah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Ketenagakerjaan di Unbrah. Menurutnya, kehadiran praktisi dan pemangku kebijakan nasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan langsung mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja.

Ia mengatakan perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan. Terdapat tiga kompetensi yang perlu dibangun secara beriringan, yakni sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Musliar mengatakan Unbrah telah melakukan berbagai upaya dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa. Sejak 2018, mahasiswa baru Unbrah mengikuti kegiatan pembinaan melalui Bintalfisdis di Secata B Padang Panjang. Pembentukan karakter mahasiswa juga diperkuat melalui kegiatan ESQ dan berbagai kegiatan keagamaan.

Kuliah Umum

Sementara itu dalam kuliahnya, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D. mengajak mahasiswa memahami bahwa dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat. Perkembangan artificial intelligence (AI), otomasi, perubahan demografi hingga dinamika ekonomi global membuat kompetensi menjadi semakin penting bagi generasi muda.

Ia mencontohkan perubahan demografi di sejumlah negara, termasuk Jepang yang menghadapi peningkatan populasi lanjut usia. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang kebutuhan tenaga kerja dari negara lain, termasuk Indonesia.

Menurut Yassierli, salah satu tantangan ketenagakerjaan Indonesia adalah besarnya jumlah angkatan kerja dengan sebagian besar masih berpendidikan SMA ke bawah. Ia juga menyoroti masih banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menghadapi kesulitan memasuki dunia kerja.

Karena itu, nilai akademik saja menurutnya belum cukup. Dunia usaha dan industri membutuhkan lulusan yang benar-benar memiliki kompetensi dan mampu membuktikan keterampilannya ketika memasuki dunia kerja.

Rektor

Yassierli kemudian membagikan tiga bekal yang perlu dipersiapkan mahasiswa. Pertama adalah core skill atau kompetensi utama sesuai bidang ilmu yang dipelajari. Mahasiswa manajemen, misalnya, perlu benar-benar menguasai kompetensi manajemen, sementara mahasiswa kewirausahaan harus membangun kemampuan di bidang kewirausahaan.

Menurutnya, kompetensi tersebut perlu dibangun melalui perjalanan belajar yang tidak berhenti pada teori, tetapi diperkuat dengan pengalaman praktik sehingga kemampuan mahasiswa benar-benar teruji.

Kedua adalah integrated skills atau keterampilan tambahan yang dapat melengkapi kompetensi utama. Mahasiswa dapat membekali diri dengan kemampuan bahasa asing, pemanfaatan AI, otomasi, kemampuan administratif maupun keterampilan lain yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.

Ketiga adalah human skills. Yassierli menekankan pentingnya kemampuan mendengar, berkomunikasi, kepemimpinan, membangun jejaring, berpikir, bernegosiasi serta kepedulian terhadap orang lain. Berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi di kampus dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Ia merangkum kesiapan memasuki dunia kerja melalui konsep triple readiness, yakni technical readiness, human skills readiness, dan market entry readiness. Ketiganya perlu dibangun secara bersamaan agar lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga siap bersaing ketika memasuki pasar kerja.

Yassierli juga mengajak mahasiswa membangun kebiasaan untuk terus berkembang dengan prinsip menjadi satu persen lebih baik setiap hari. Kebiasaan sederhana seperti meluangkan waktu membaca, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta mempelajari AI secara konsisten dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.

Selain itu, mahasiswa didorong memiliki grit atau ketekunan dalam mencapai tujuan serta membangun growth mindset. Menurutnya, kemampuan, kecerdasan, kepribadian, dan karakter dapat terus dikembangkan selama seseorang memiliki kemauan untuk belajar dan tidak terjebak dalam fixed mindset.

Dalam kuliah umum tersebut, Yassierli turut menjelaskan berbagai intervensi pemerintah untuk membantu generasi muda memasuki dunia kerja, salah satunya Program Pemagangan Nasional. Program tersebut memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja langsung di dunia usaha dan industri.

Pada 2026, pemerintah memperluas Program Pemagangan Nasional dengan kuota hingga 150 ribu peserta. Peserta memperoleh pengalaman kerja dan uang saku selama mengikuti program hingga enam bulan sebagai bagian dari upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja.

Yassierli mengingatkan mahasiswa Unbrah agar sejak berada di bangku kuliah mulai membayangkan seperti apa curriculum vitae yang akan mereka miliki ketika lulus. Pengalaman, kompetensi, organisasi, keterampilan tambahan, dan kemampuan yang dibangun selama kuliah akan menjadi modal ketika berhadapan dengan dunia kerja.

Bagi mahasiswa bidang kesehatan, termasuk kedokteran dan kedokteran gigi, ia juga menekankan bahwa kompetensi menjadi kunci utama dalam menjalankan profesi. Kompetensi yang teruji akan menentukan kesiapan lulusan dalam memberikan pelayanan sekaligus menghadapi tuntutan profesi.

Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa Unbrah mendapatkan gambaran langsung mengenai perubahan dunia kerja sekaligus kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak di bangku kuliah agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Tautan berhasil disalin ke papan klip!