Universitas Baiturrahmah (Unbrah) melalui UPT Karir Dosen dan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan Sosialisasi Kenaikan Jabatan Akademik Dosen, Selasa 11 Agustus 2026, di Auditorium Universitas Baiturrahmah, Padang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya universitas memperkuat pemahaman dosen terhadap pengembangan karier akademik.

Sosialisasi dibuka oleh Wakil Rektor IV Dr. drg. Yulia Rahmad, M.Kes., yang menekankan pentingnya memandang kenaikan jabatan akademik dosen sebagai bagian dari peningkatan kualitas akademik, bukan sekadar pemenuhan persyaratan administrasi.
Wakil Rektor IV mengatakan jabatan fungsional atau Jabatan Akademik Dosen (JAD) jangan dijadikan hanya sebagai target administratif. Setiap jenjang yang dicapai dosen, mulai dari Asisten Ahli hingga Guru Besar, harus mencerminkan adanya peningkatan kualitas akademik.
Menurut dia, setiap tahapan dalam perjalanan jabatan akademik harus dibarengi dengan karya ilmiah dan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, dosen perlu membangun kebiasaan menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas sebagai bagian dari perjalanan akademiknya.

Ia mengatakan Universitas Baiturrahmah saat ini berada pada fase penting dalam meningkatkan mutu dan membangun budaya akademik. Dosen didorong untuk terus melakukan inovasi, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan produktivitas dalam menulis dan menghasilkan publikasi ilmiah.
"Setiap jenjang yang dilewati harus ada artikel ilmiah dan kemajuan ilmu," ujar Wakil Rektor IV dalam memberikan arahan kepada para peserta.
Dr. drg. Yulia Rahmad mengatakan Unbrah terus melakukan pendampingan dalam penguatan karier dosen. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu dosen memahami proses kenaikan jabatan akademik sekaligus mempersiapkan berbagai persyaratan dan bukti kinerja yang diperlukan.

Ia juga mendorong para dosen untuk saling mendukung dalam proses pengembangan jabatan fungsional. Menurutnya, budaya akademik yang saling mendukung akan membantu mempercepat lahirnya dosen-dosen dengan jabatan akademik tinggi di lingkungan Universitas Baiturrahmah.
Kegiatan yang dimoderatori Kepala UPT Karir Dosen dan Tendik Unbrah, Nirmala Sari, SST., M.Keb., tersebut menghadirkan dua narasumber dari LLDIKTI Wilayah X, yakni Eri Suryadi, SP. dan Urip Ramanda, SE.
Eri Suryadi dalam pemaparannya membahas pentingnya membangun pola pikir yang tepat dalam meniti karier akademik, termasuk mempersiapkan diri menuju jenjang profesor. Ia menjelaskan bahwa jabatan akademik bukan hanya persoalan administratif, tetapi merupakan proses pengembangan kapasitas dan kontribusi akademik seorang dosen.

Selain itu, Eri memaparkan mekanisme JAD melalui dua jalur serta sejumlah komponen yang berkaitan dengan pengembangan karier dosen, antara lain Beban Kerja Dosen (BKD), Angka Kredit (AK), IKD, dan proporsi kinerja yang harus diperhatikan dalam proses pengajuan jabatan akademik.
Pembahasan juga mencakup Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya keterkaitan antara kinerja dosen dengan dokumen dan bukti yang digunakan dalam proses pengembangan karier akademik.

Sementara itu, Urip Ramanda memaparkan mengenai Jabatan Akademik Dosen serta mekanisme pengajuan JAD. Ia juga menjelaskan aspek teknis yang berkaitan dengan operator sistem JAD sehingga dosen maupun pengelola dapat memahami proses pengajuan dengan lebih baik.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dalam setiap pengajuan. Data yang digunakan harus berbasis pada bukti yang berkualitas, sehingga proses kenaikan jabatan akademik tidak hanya berorientasi pada karya yang sudah terlanjur terbit, tetapi juga memperhatikan kualitas dan pertanggungjawaban akademiknya.

Melalui sosialisasi tersebut, Universitas Baiturrahmah berharap para dosen semakin memahami ketentuan terbaru mengenai kenaikan jabatan akademik sekaligus memiliki kesiapan untuk mengembangkan karier secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan bermuara pada semakin kuatnya budaya akademik dan bertambahnya dosen Universitas Baiturrahmah yang mencapai jabatan akademik tinggi hingga Guru Besar.
Dalam kegiatan tersebut beberapa dosen Unbrah yang menjadi peserta bertanya kepada narasumber dalam diskusi yang dilaksanakan setelah pemaparan setiap narasumber.