KIP K Unbrah Resmi Dibuka, Termasuk Masuk Kedokteran

KIP K Unbrah Resmi Dibuka, Termasuk Masuk Kedokteran

Universitas Baiturrahmah (Unbrah) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Tahun Akademik 2026/2027 mulai 28 Juli hingga 10 Agustus 2026. Melalui program ini, lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat yang memiliki prestasi akademik namun terkendala keterbatasan ekonomi berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Baiturrahmah, termasuk pada Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi.

Dilansir dari instagram @infounbrah, Unbrah membuka kesempatan penerima KIP-K untuk sepuluh program studi, yaitu S1 Kedokteran, S1 Kedokteran Gigi, S1 Manajemen, S1 Kewirausahaan, S1 Farmasi Klinis, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Administrasi Rumah Sakit, S1 Kebidanan, D4 Keperawatan Anestesiologi, dan D3 Radiologi.

Program KIP-K menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Baiturrahmah dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik baik, namun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang dapat meraih cita-cita tanpa terkendala biaya pendidikan.

Pendaftaran KIP-K Unbrah dapat diikuti oleh lulusan SMA, SMK, atau MA tahun 2024, 2025, dan 2026 yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah. Calon mahasiswa juga harus mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan oleh Universitas Baiturrahmah.

Persyaratan ekonomi bagi calon penerima KIP-K meliputi kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Pendidikan Menengah atau terdaftar dalam Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan kategori maksimal Desil 4. Bagi calon mahasiswa yang belum memenuhi kedua ketentuan tersebut, dapat melampirkan bukti penghasilan gabungan orang tua paling banyak Rp4 juta per bulan atau rata-rata Rp750 ribu per anggota keluarga, disertai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari instansi yang berwenang.

Untuk program studi tertentu, Universitas Baiturrahmah juga menetapkan persyaratan khusus. Calon mahasiswa yang memilih Program Studi S1 Kedokteran, S1 Kedokteran Gigi, S1 Farmasi Klinis, dan D4 Keperawatan Anestesiologi wajib memiliki mata pelajaran Biologi, Kimia, Matematika, dan Fisika mulai semester lima selama menempuh pendidikan di SMA atau sederajat.

Selain itu, calon mahasiswa pada program studi tersebut juga diwajibkan tidak buta warna, mengingat kompetensi yang akan ditempuh membutuhkan kemampuan membedakan warna secara akurat dalam proses pembelajaran maupun praktik profesi.

Universitas Baiturrahmah juga menetapkan persyaratan tinggi badan untuk beberapa program studi. Program Studi S1 Kebidanan mensyaratkan tinggi badan minimal 150 sentimeter. Untuk D4 Keperawatan Anestesiologi, tinggi badan minimal 155 sentimeter bagi laki-laki dan 150 sentimeter bagi perempuan, sedangkan Program Studi D3 Radiologi menetapkan tinggi badan minimal 150 sentimeter bagi laki-laki dan 145 sentimeter bagi perempuan.

Proses pendaftaran diawali dengan registrasi melalui Portal KIP Kuliah. Setelah melengkapi biodata, calon mahasiswa memilih jalur Seleksi Mandiri PTS, kemudian memilih Universitas Baiturrahmah beserta program studi yang diminati sebelum menyimpan pilihan seleksi.

Selanjutnya, peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran KIP-K Universitas Baiturrahmah serta bergabung ke grup WhatsApp resmi calon penerima KIP-K sebagai media penyampaian informasi. Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan berkas, pelaksanaan UTBK Online, dan wawancara. Jadwal pelaksanaan UTBK Online akan diumumkan kemudian melalui kanal informasi resmi Universitas Baiturrahmah.

Setelah seluruh tahapan seleksi selesai dilaksanakan, Universitas Baiturrahmah akan mengumumkan peserta yang dinyatakan lulus sebagai penerima KIP-K Tahun Akademik 2026/2027. Mahasiswa yang lolos seleksi akan mengikuti perkuliahan perdana yang dijadwalkan mulai 14 September 2026.

Universitas Baiturrahmah mengajak seluruh lulusan SMA, SMK, dan MA yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan ini. Kehadiran program KIP-K diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi, termasuk pada program studi unggulan seperti Kedokteran dan Kedokteran Gigi, sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
 

Tautan berhasil disalin ke papan klip!