Fikes Unbrah Gelar Yudisium dan Sumpah Profesi Gabungan Tiga Prodi

Fikes Unbrah Gelar Yudisium dan Sumpah Profesi Gabungan Tiga Prodi

Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Baiturrahmah (Unbrah) menggelar Yudisium dan Sumpah Profesi Gabungan tiga program studi, yakni Yudisium ke-79 Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Yudisium ke-12 Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, dan Yudisium ke-2 Program Studi Profesi Kebidanan di Ruang Sidang Yayasan Pendidikan Baiturrahmah, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Fakultas Ilmu Kesehatan dalam melepas 29 lulusan yang terdiri atas 17 lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM), dua lulusan Sarjana Administrasi Rumah Sakit (ARS), dan 10 lulusan Profesi Kebidanan untuk memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Foto bersama

Pada kesempatan itu, Fakultas Ilmu Kesehatan juga melaksanakan sumpah profesi bagi lulusan Kesehatan Masyarakat dan Profesi Kebidanan. Prosesi pelantikan lulusan Kesehatan Masyarakat dilakukan oleh perwakilan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Provinsi Sumatera Barat, Sri Oktarina, S.K.M., M.K.M., sedangkan pelantikan lulusan Profesi Kebidanan dipimpin oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Sumatera Barat, Ismarni, S.SiT., M.K.M.

Turut hadir dalam prosesi sumpah profesi Kebidanan, Bdn. Basnida Erpita, S.Tr.Keb., yang merupakan salah seorang owner rumah sakit ternama di Kabupaten Pesisir Selatan, yakni Rumah Sakit BKM Painan. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi dan membangun karier profesional di bidang pelayanan kesehatan.

Penyematan salempang kelulusan

Perwakilan lulusan, Abdul Malik, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, dosen, dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan di Universitas Baiturrahmah.

Sri Oktarina dalam sambutannya mengatakan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pembelajaran yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Menurutnya, tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan masyarakat ke depan akan semakin kompleks dan membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi.

"Kegiatan hari ini bukan akhir, tetapi berakhirnya momentum pembelajaran di bangku kuliah, sebab pembelajaran yang sesungguhnya ada di lapangan," katanya.

Ia menyebutkan, lulusan kesehatan masyarakat merupakan garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif. Peran tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga masyarakat tetap sehat melalui berbagai intervensi dan pemberdayaan.

Menurut Sri Oktarina, tantangan kesehatan saat ini meliputi penyakit menular, meningkatnya isu kesehatan jiwa, dampak perubahan iklim, hingga ketimpangan akses terhadap layanan kesehatan. Selain itu, transformasi digital yang berlangsung cepat juga menuntut tenaga kesehatan masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis dan integritas yang kuat.

"Lulusan SKM harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat dan menjawab berbagai persoalan kesehatan yang berkembang," ujarnya.

Pemberian apresiasi kepada lulusan Profesi Kebidanan.

Ia menambahkan, profesi kesehatan masyarakat merupakan profesi yang unik karena kerap tidak terlihat secara langsung. Namun, keberhasilan berbagai program kesehatan sejatinya tidak terlepas dari kontribusi para ahli kesehatan masyarakat.

"Ketika situasi kesehatan masyarakat berjalan dengan baik, di situlah peran ahli kesehatan masyarakat hadir. Mereka adalah arsitek dalam upaya promotif dan preventif, mengelola sumber daya kesehatan serta mengevaluasi dampak dari berbagai kebijakan," katanya.

Sementara itu, Ketua IBI Sumatera Barat, Ismarni, S.SiT., M.K.M., mengatakan sumpah profesi kebidanan merupakan janji yang diucapkan kepada Allah SWT, profesi, serta kepada setiap ibu dan bayi yang akan memperoleh pelayanan kesehatan.

Menurut dia, profesi bidan memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi di Sumatera Barat maupun Indonesia.

"IBI terus berupaya meningkatkan kompetensi anggota melalui berbagai pendidikan dan pelatihan profesi agar pelayanan yang diberikan senantiasa sesuai dengan standar yang berlaku," katanya.

Dekan Fikes

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Baiturrahmah, Dr. Sevilla Ukhtil Huvaid, M.Kes., mengatakan tenaga kesehatan saat ini dituntut memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, dan mampu bekerja secara kolaboratif dalam menghadapi berbagai perubahan di bidang kesehatan.

Ia menambahkan, berbagai isu strategis di masyarakat membutuhkan penguatan surveilans epidemiologi, kebijakan kesehatan berbasis bukti, serta peningkatan pelayanan kesehatan yang tidak diskriminatif.

Menurut dia, lulusan Administrasi Rumah Sakit diharapkan mampu menjadi pengelola rumah sakit yang unggul dan profesional, sedangkan lulusan Profesi Kebidanan diharapkan terus berkontribusi dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Dr. Sevilla juga mengingatkan para lulusan untuk tetap aktif dalam organisasi profesi sebagai sarana meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, dan memperkuat etika profesi.

Pelantikan Lulusan

"Organisasi profesi bukan sekadar wadah administratif, tetapi menjadi tempat belajar, bertumbuh, dan membangun perjalanan karier secara berkelanjutan," ujarnya.

Ia turut mengajak seluruh alumni untuk terus menjalin komunikasi dengan almamater, termasuk berpartisipasi dalam tracer study sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di Universitas Baiturrahmah.

Yudisium dan sumpah profesi gabungan tersebut menjadi penanda lahirnya lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Baiturrahmah yang siap mengabdikan diri, menjunjung tinggi etika profesi, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Tautan berhasil disalin ke papan klip!