foto bersama pesantren ramadhan.

Universitas Baiturrahmah bekerja sama penggiat masjid Baiturrahmah, menyelenggarakan pesantren Ramadhan 1447 H mahasiswa sesi kedua pada Sabtu hingga Minggu, 7 hingga 8 Maret 2026 di Masjid Baiturrahmah, Aie Pacah, Padang.

Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) yang totalnya berjumlah 481 orang dengan materi serupa dengan Pesantren Ramadhan sesi pertama yang dihelat 28 Februari 2026 sampai 1 Maret 2026.

Pesantren Ramadhan sesi kedua ini dibuka oleh Rektor Unbrah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS pada 7 Maret 2026.

Pimpinan Unbrah saat menghadiri kegiatan.

Dalam sambutannya Rektor mengapresiasi atas kerja dari penggiat masjid Baiturrahmah dalam menyukseskan kegiatan pesantren Ramadhan yang menurutnya sesuai dengan cita-cita dan visi Kemensaintekdikti.

Keempat visi ini yakni membangun kecerdasan, memperkuat spiritual, meningkatkan intelektualitas dan kinestetik. Dalam hal ini Pesantren Ramadhan bagian dari upaya membangun spiritual.

“Unbrah sendiri berkomitmen dalam memperkuat spiritual di tatanan pendidikan tinggi seperti kegiatan shalat berjamaah, kajian dhuha dan kajian lainnya,” sebut rektor.

Dia menambahkan kegiatan pesantren ini akan memberikan tambahan ilmu keagamaan yang nantinya bisa dipraktikan dalam menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari.

Tilawah Quran pesantren ramadhan.

Sementara itu Ketua Panitia Pesantren Ramadhan Unbrah Jemkhairil M.Ag menyebutkan pesantren ini menjadi sesi kedua dilaksanakan, setelah sesi pertama menghadirkan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Vokasi dengan total 510 orang.

Sama seperti sesi pertama, tema dari pesantren kali ini “dekat dengan masjid, dekat dengan Al Quran” dimana kegiatan dimulai dengan pembukaan, shalat dhuha mandiri, tilawah mandiri lalu pembacaan tata tertib.

Pada hari pertama ini digelar juga seminar terkait LGBT dengan narasumber ustadz Akmal Ahmad dan dosen FK Unbrah dr. Ruhsyadati, Sp.MK.

Ustadz Akmal Ahmad saat sesi materi LGBT.

Pada sesi ini mahasiswa terlihat semangat dengan banyaknya yang bertanya saat sesi diskusi yang digelar setelah penyampaian materi oleh narasumber.

Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian tausyiah terkait Gen Z oleh ustadz revo hingga Azan Zuhur.

Pada siangnya mahasiswa melakukan nonton bareng film berjudul “Demi masa” yang diperankan oleh Bryan Domani.

Usai menonton dilakukan diskusi, dimana mahasiswa dimintai pendapat dan kesan yang didapat setelah menonton film itu.

“Kegiatan hari pertama ini ditutup dengan zikir sore dan pembagian takjil untuk berbuka puasa yang dipandu mentor mahasiswa”, katanya.

Thafiz mahasiswa.

Lebih lanjut kata dia, Memasuki hari kedua pesantren menitiberatkan pada tahfiz atau hafalan Al Quran. Dalam hal ini mahasiswa diminta setor surat yang hafal kepada mentor.

Tujuannya untuk memilih mahasiswa yang akan ikut lomba tahfiz yang dihelat setelah setor ayat tersebut.

Dalam perlombaan terdapat satu mahasiswa yang merupakan qoriah mampu menghafal 30 Juz Al Quran, dalam lomba dirinya meraih peringkat kedua.

Di antara waktu lomba, dilaksanakan penyampaian tausyiah dan muhasabah oleh ustadz yang juga dosen FEB Unbrah Chandra Syaputra, MM.

Kegiatan hari kedua ini ditutup dengan pemberian hadiah kepada pemenang lomba tahfiz, cerdas cermat dan penutupan.