
Universitas Baiturrahmah (Unbrah) menempati posisi kedua sebagai perguruan tinggi dengan jumlah dosen penerima hibah penelitian terbanyak di lingkungan LLDikti Wilayah X tahun 2026. Berdasarkan data yang dirilis, Unbrah mencatat sebanyak 15 dosen berhasil memperoleh pendanaan hibah penelitian dari pemerintah.
Capaian ini menempatkan Unbrah di bawah Universitas Adzkia yang meraih 21 penerima hibah, sekaligus mengungguli sejumlah perguruan tinggi lain seperti Universitas Bung Hatta dengan 10 penerima dan Universitas Dharma Andalas dengan 6 penerima. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan kapasitas riset dosen Unbrah yang semakin kompetitif di tingkat regional.
Sejumlah dosen dari berbagai program studi di Unbrah turut berkontribusi dalam capaian tersebut, di antaranya drg. Valendriyani Ningrum, Ph.D dari Profesi Dokter Gigi dengan penelitian pengembangan produk oral hygiene berbasis phytodentistry, serta dr. Alief Dhuha, Ph.D dari Pendidikan Dokter yang meneliti suplementasi vitamin D3 pasca cedera otak traumatis.
Selain itu, Muhammad Rizki Saputra, S.Si, M.Si juga dari Pendidikan Dokter mengkaji mekanisme efek suplementasi vitamin D terhadap fungsi kognitif, sementara drg. Andries Pascawinata dari Profesi Dokter Gigi meneliti sintesis bone graft untuk regenerasi tulang maksilofasial. Penelitian lain juga datang dari Nova Arikhman, SKM, MKM di bidang kesehatan masyarakat yang mengangkat isu stunting di Sumatera Barat.
Dosen lainnya seperti dr Laura Zeffira mengembangkan digitalisasi skrining tuberkulosis anak, Dr. Suharni meneliti potensi ekstrak daun gambir sebagai antibakteri, serta Delsa Dezolla yang mengkaji pelayanan digital rumah sakit. Rima Wirenviona dan Ns. Dewi Kartika Sari turut menyumbangkan penelitian di bidang kebidanan dan keperawatan anestesiologi.
Kontribusi riset juga diperkuat oleh Drs. Eka Trio Effandilus yang mengembangkan model kesiapsiagaan kesehatan berbasis ekologi, serta Dr. drg. Utmi Arma yang meneliti senyawa bioaktif dari teripang Mentawai untuk potensi terapi kanker. Apt, Meiridha Mutiara Andania dan dr. Nana Liana juga mengkaji potensi antioksidan dan efek vitamin D terhadap kesehatan, sementara Rifkind Malik meneliti intervensi nutrisi berbasis pangan lokal.

Tidak hanya dalam bidang penelitian, dosen Unbrah juga menunjukkan kiprah dalam program hibah pengabdian kepada masyarakat tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengimplementasikan hasil riset secara langsung kepada masyarakat.
Beberapa dosen yang memperoleh hibah pengabdian masyarakat di antaranya Dr. Apt, Dessy Abdullah, M.Farm dari Pendidikan Dokter dengan program pemberdayaan kader dan bidan dalam penguatan pos kesehatan komunitas pascabencana.
Selanjutnya, Sri Oktarina, SKM, MKM dari Kesehatan Masyarakat mengembangkan peningkatan kompetensi kader posyandu melalui edukasi dan skrining penyakit tidak menular. Program ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Nirmala Sari, S.Keb, M.Keb dari Kebidanan juga melaksanakan program peningkatan kapasitas santri putri melalui edukasi kesehatan reproduksi dan higiene perorangan pascabencana banjir di Padang.
Sementara itu, Apt, Cindy Elvionita dari Farmasi Klinis menginisiasi edukasi kefarmasian kolaboratif guna meningkatkan literasi penggunaan antibiotik tanpa resep pada ibu posyandu.
Capaian hibah penelitian dan pengabdian ini menunjukkan komitmen Unbrah dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi secara seimbang, tidak hanya menghasilkan riset akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan capaian tersebut, Unbrah semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat di wilayah Sumatera Barat.
