Tendik Unbrah Meuthia Septiana, MM

Salah satu tenaga kependidikan (tendik) Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Meuthia Septiana, MM, menjadi salah satu yang terpilih dalam Program Tendik Berdampak yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Universitas Baiturrahmah yang terpilih dalam program tersebut.

Program ini diikuti oleh lebih dari 1.000 tendik dari seluruh Indonesia, namun hanya 51 peserta terbaik yang dinyatakan lulus. Khusus Mutia melakukan benchmarking di Universitas Sebelas Maret Surakarta Jawa Tengah pada 6 hingga 10 April 2026.

Sebelum dinyatakan lulus, Meuthia Septiana telah melalui berbagai tahapan, termasuk mengikuti pelatihan melalui platform Coursera serta seleksi pada bidang analisis sumber daya manusia (SDM). Proses ini menjadi bagian penting dalam mengukur kesiapan dan kompetensi peserta dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Program Tendik Berdampak sendiri merupakan inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tenaga kependidikan. Para peserta yang lulus dinilai memiliki kompetensi unggul, termasuk dalam adaptasi terhadap teknologi modern seperti Artificial Intelligence (AI) serta kemampuan memberikan pelayanan prima yang akuntabel.

Selain itu, peserta juga berkesempatan mengikuti kegiatan benchmarking secara luring di sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kegiatan ini memberikan peluang bagi peserta untuk mempelajari praktik terbaik yang dapat diadopsi di institusi masing-masing.

Rektor Unbrah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S menyampaikan apresiasinya atas capaian Meuthia ini dan diharapkan dapat memberikan motivasi bagi rekan-rekan tendik lain untuk meraih capaian serupa. Mengingat kata Rektor kontribusi tendik untuk universitas juga cukup signifikan dalam penguatan perguruan tinggi.

Benchmarking.

Sementara itu Kepala UPT Karier Dosen dan Tendik Unbrah, Nirmala Sari, S.ST, M.Keb., menyampaikan bahwa program Tendik Berdampak merupakan upaya bersama antara kementerian dan perguruan tinggi dalam memberikan ruang bagi tenaga kependidikan untuk mengembangkan kapasitas diri.

Menurutnya, program ini juga menjadi wadah kompetisi sehat antar tendik di tingkat nasional. “Tujuan Tendik Berdampak adalah sebagai upaya kementerian dan kampus dalam memberikan wahana kesempatan bagi tendik untuk mengembangkan kapasitasnya dan berkompetensi dengan tendik lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nirmala menegaskan bahwa sasaran utama dari program ini adalah untuk memperkuat kinerja pelayanan tenaga kependidikan setelah kembali bertugas di kampus. Kompetensi yang diperoleh selama program diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan di lingkungan perguruan tinggi.

Foto bersama.

Kelulusan Meuthia Septiana dalam program ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Universitas Baiturrahmah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi tendik lainnya untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.

Ke depan, capaian ini juga berpotensi membuka peluang lebih luas, termasuk dalam pengembangan karier dan akses terhadap program beasiswa lanjutan. Dengan demikian, Program Tendik Berdampak menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan tenaga kependidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi