Mentoring dalam pesantren.

Universitas Baiturrahmah menggelar Pesantren Ramadhan 1447 H mahasiswa untuk pertama kalinya yang dipusatkan di Masjid Baiturrahmah Aie Pacah Padang, Sabtu 28 Februari 2026 hingga Minggu 1 Maret 2026.

“Kegiatan hari pertama diikuti sebanyak 528 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Vokasi (FV). Pesantren Ramadhan ini mengusung tema Pemuda Harapan Islam: Dekat dengan Qur’an, Dekat dengan Masjid.”, ujar Ketua Kegiatan Jemkhairil, M.Ag, Di Padang, Minggu.

Pembukaan pesantren oleh Ketua kegiatan Jemkhairil, M.Ag.

Dia mengatakan pesantren tersebut merupakan bagian dari gagasan penggiat Masjid Baiturrahmah yang prihatin terhadap tantangan moral generasi muda sehingga diperlukan penguatan pemahaman agama.

Ia menilai masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter mahasiswa agar mampu menjadi generasi emas yang berakhlakul karimah.

Setor ayat.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh mahasiswa FKG angkatan 2024, M. Ibnusina Agus Rajakhi, yang mengawali rangkaian acara secara khidmat.

Rektor Universitas Baiturrahmah, Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesantren Ramadhan merupakan bagian dari program kajian Islami kampus yang berkelanjutan.

Rektor saat memberikan sambutan.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya mahasiswa telah mengikuti kajian dhuha rutin setiap Sabtu, di mana mahasiswa diwajibkan membuat resume materi sebagai bagian dari penilaian akademik dan menjadi salah satu syarat kelulusan.

Selain itu, mahasiswa juga dianjurkan melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di masjid kampus, terutama saat berada di lingkungan universitas.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama pimpinan dan seluruh peserta, kemudian pembacaan tata tertib pesantren yang menegaskan kedisiplinan peserta selama kegiatan berlangsung.

Materi hari pertama disampaikan oleh Ustadz Zulfi Akmal, Lc., dan dr. Ruhsyadati, Sp.MK., yang mengangkat tema tentang bahaya LGBT dari perspektif agama dan kesehatan.

Setelah sesi materi, mahasiswa mengikuti tadarus Al-Qur’an yang dibagi dalam kelompok mentoring sesuai pembagian mentor masing-masing, disertai ice breaking dan diskusi tematik.

Peserta pesantren.

Rangkaian hari pertama ditutup dengan shalat Zuhur berjamaah, pemutaran film “Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih Tahun 1453,” diskusi hikmah film, shalat Ashar berjamaah, serta dzikir petang dan doa bersama yang dipimpin UKM UKMI Ar Rahman.

Panitia menerapkan sejumlah aturan selama kegiatan, di antaranya peserta wajib menitipkan telepon genggam kepada panitia, mengisi formulir evaluasi melalui Google Form, serta mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan.

Kegiatan pesantren.

Memasuki hari kedua, Minggu (1/3/2026), kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan registrasi, shalat dhuha mandiri, dan dzikir pagi, dilanjutkan dengan mentoring setoran hafalan surat kepada masing-masing mentor.

Panitia kemudian menyeleksi enam peserta terbaik, terdiri dari tiga putra dan tiga putri, yang dinilai langsung oleh dewan juri dari unsur panitia acara sebelum diumumkan sebagai peserta terbaik hafalan.

Ustadz Chandra Syaputra sedang memberikan tausyiah.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi dan muhasabah oleh Ustadz Chandra Syahputra, MM., kultum qabla Zuhur, shalat Zuhur berjamaah, penyerahan hadiah kepada peserta terbaik, evaluasi kegiatan, dan penutupan.

Tahfiz.

Universitas Baiturrahmah menyatakan Pesantren Ramadhan sesi kedua akan dilaksanakan pada 6–7 Maret 2026 di lokasi yang sama, yang akan diikuti mahasiswa angkatan 2025 dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan sebagai bagian dari pembinaan karakter Islami berkelanjutan di lingkungan kampus.